Advertisement here

ELSISK Turun Aksi Terhadap Langkanya LPG 3 Kilogram di Kalimantan Selatan




Aksi Menyikapi Langka dan Mahalnya LPG Bersubsidi di Kalimantan Selatan yang di lakukan oleh organisasi ELSISK dari bundaran hotel arum ke kantor pertamina Banjarmasin Rabu, 3 Maret 2021 di Banjarmasin dengan tujuan aksi menyikapi mahal dan langkanya LPG 3 Kg atau LPG bersubsidi yang telah terjadi dalam beberapa minggu ini di Kalimantan Selatan, termasuk Banjarmasin.



Massa aksi berjumlah sekitar puluhan orang yang ketika unjuk rasa terjadi di Badan jalan depan Kantor PT Pertamina (Persero) Sales Area Banjarmasin. Massa aksi ini sendiri berasal dari Mahasiswa yang notabenenya berstudi di UIN Antasari Banjarmasin dan juga organisasi eksternal, Memulai aksi pada pukul 10.00 WITA, massa aksi menyempatkan diri berorasi di Bundaran Hotel Arum lalu bertandang ke Kantor PT Pertamina (Persero) Sales Area Banjarmasin.

Ada tiga point yang disoroti oleh Massa aksi tersebut, yaitu:

1. Harga gas LPJ 3 Kg. menyentuh hingga dari kisaran Rp45.000 hingga Rp60.000 yang

artinya ada selisih atau perbedaan harga mencapai Rp27.000 hingga Rp42.000 dari

Harga Eceran Tertinggi (HET) senilai Rp17.500.

2. Di samping harganya yang melonjak tinggi, LPG 3 Kg yang dijual tersebut juga

mengalami kelangkaan.

3. Kondisi kelangkaan dan melonjaknya harga LPJ 3 Kg ini terus berulang dari tahun ke

tahun hingga sekarang.

Mengamati pada 3 hal di atas, massa aksi kemudian menuntut:

1) Atasi kelangkaan LPJ dan harga eceran yang tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku

2) Perbarui sistem pengawasan distribusi LPG

3) Segera membuat Langkah efektif dalam pendistribusian LPG bersubsidi kepada warga

yang berhak

4) Perketat pengawasan distribusi LPG 3 Kg.

Tuntutan ini dapat tersampaikan kepada Sales Area Manager Pertamina Kalsel-teng Drestanto, dan berjanji akan ditindaklanjuti oleh jajarannya, meskipun ia mengakui bahwa pihak Pertamina masih kesulitan melakukan pendistribusian LPG 3 kilogram ke berbagai daerah, khususnya Banjarmasin karena terkendala jalan yang masih rusak akibat banjir bandang yang menerpa Kalsel beberapa waktu yang lalu. Pihaknya juga menyampaikan, kelancaran distribusi LPG ini dapat berlangsung jika Jalan Gubernur Syarkawi atau Jembatan Alalak dapat digunakan kembali.

Menyikapi hal ini, pihak Pertamina mengambil Langkah sementara demi memenuhi kebutuan masyarakat dengan melakukan pendistribusian menggunakan Kapal Tongkang dan Kapal penyeberangan LCT. Kendati belum mampu mengatasi permasalahan yang ada, Di samping itu ia juga menyampaikan bahwa pihak Pemerintah Kota Banjarmasin telah mengambil inisiatif dalam pengawasan penjualan LPG bersubsidi agar LPG 3 kilogram dapat dibeli oleh konsumen yang tepat sasaran, menggunakan sebuah kartu kendali dan itu telah dimulai pada tahun 2020 silam.

Drestanto menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel dalam hal ini Pj Gubernur, Safrizal, telah mengeluarkan surat edaran yang intinya agar distribusi LPG bersubdi tepat pada sasaran. Misalnya, masyarakat yang berpengahsilan di atas Rp1,5 juta tidak diperkenankan menggunakan LPG bersubsidi.

Massa aksi juga menyampaikan pentingnya memperketat pengawasan dari Pertamina dalam memilih agen-agen / Pemilik pangkalan, dengan lebih selektif dan tegas menindak pihak-pihak yang menuai keuntungan dalam penderitaan orang lain. Aksi berakhir pada pukul 11.30 WITA dengan ditandatanganinya Pernyataan Sikap yang telah disiapkan oleh massa aksi sebagai bentuk kesungguhan pihak Pertamina dalam menyelesaikan permasalahan langka dan mahalnya gas LPG bersubsidi di Kalsel.

Meskipun aksi hari ini berakhir, tetap jaga komitmen memperhatikan isu-isu social sebagai upaya menjaga pergerakan mahasiswa, tegas ketua ELSISK yang saat itu memimpin orasi Ketika menyerukan aksinya untuk rakyat.

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
Featured,pertamina,unjukrasa mahasiswa